Jumat, 11 November 2016

Diagnosis Kesulitan Belajar Pada Anak

Sebelum kita mulai membahas diagnosis kesulitan belajar pada anak, kita bahas dulu yukapa itu psikologi pendidikan. Apa itu psikologi pendidikan??

Psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor kejiwaan yang berhubungan dengan pendidikan manusia. Psikologi pendidikan adalah  sebagai pengetahuan psikologi mengenai anak didik dalam situasi pendidikan.

Nah kan sekarang udah  tau pengertian psikologi dalam pendidikan langsung aja yuk kita bahas bagaimana  cara mendiagnosis kesulitan  belajar  pada anak.

Diagnosis Kesulitan Belajar itu adalah Proses menentukan masalah  atau ketidak mampuan peserta didik dalam proses belajar dan dapat mempengaruhi hasil belajar yang dicapai. Untuk mengatasi kesulitan belajar harus cermat, jenis, sifat dan karakteristik kesulitan belajar peserta didik sehingga pendekatan yang dilakukan lebih tepat. DKB biasanya terjadi pada proses belajar yaitu seperti ingatan, perhatian, fungsi motorik dan persepsi. Kesulitan belajar tidak hanya selalu disebabkan tingkat intelegensi dan angka kecerdasaran yang rendah. Kesulitan belajar peserta didik dapat berasal dari faktor fisiologis,psikologis, intrumen dan lingkungan.
 Menurut Warkitri, dkk (Sugihartono. 2007) menyatakan bahwa permasalahan peserta didik sebagai berikut:

  1. Kekacaun belajar
  2. Ketidak mampuan belajar
  3. Learning disfungtions
  4. Under achivers 
  5.  Lambat belajar  
Kedudukan DKB dalam pembelajaran adalah suatu keberhasilan belajar peserta didik dapat diketahui melalui penguasaan bahan pembelajaran yang diwujudkan dengan nilai. Pendidik harus cermat dan perhatian terhadap kesulitan belajar yang di alami peserta didik. Peserta didik harus dibantu supaya dapat menguasai standar pembelajaran yang ditetapkan.

Blassic dan Jones mengemukakan karakterisrik anak yang mengalami kesulitan belajar dapat ditunjukkan dalam karakteristik behavioral, fisikal, bicara dan bahasa, serta kemampuan intelektual dan prestasi belajar (Sugihartono, 2010) sedangkan menurut Suryobroto mengemukakan bahwa peserta didik yang mengalami kesulitan belajar dapat diketahui melalui kriteria-kriteria sebagai berikut
  1. Grade level, yaitu apabila anak tidak naik kelas sampai dua kali. 
  2. Age Level, yaitu umur anak tidak sesuai dengan kelasnya.
  3. Intelligensi level, terjadi pada anak yang dibawah standar keterjangkauan.
  4. General level, secara umum dapat mencapai prestasi belajar namun ada satu atau beberapa mata pelajaran yang di bawah standar.

Sumadi Suryabrata mengambarkan ciri-ciri anak yang mengalami kesulitan belajar sebagai berikut:
Aktivitas motorik lambat
  1. Emosional
  2. Prestasi rendah
  3. Ganguan presepsi
  4. Tidak dapat menangkap arti
  5. Membuat dan menangkap simbol
  6. Kurang perhatian
  7. Tidak dapat memperhatikan
  8. Tidak dapat mengalihkan perhatian
  9. Gangguan ingatan
Ciri-ciri peserta didik mengalami kesulitan kesulitan belajar dapat dilihat  dari sikap anak mari kita lihat ciri-ciri tersebut :
  1. Prestasi belajar rendah.
  2. Usaha yang dilakukan dalam kegiatan belajar tidak sebanding dengan hasil yang dicapainya.
  3. Lamban dalam mengerjakan tugas dan terlambat menyelesaikan tugas.
  4. Sikap acuh dalam mengikuti pelajaran.
  5. Menunjukkan perilaku menyimpang
  6. Emosional misalnya mudah tersinggung, mudah marah, pemurung, dan merasa rendah diri.
sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi anak yang kesulitan belajar yaitu menurut Noehi Nasution : 

  1.  Rendahnya kemampuan intelektual anak
  2. Gangguan perasaan atau emosi
  3. Kurangnya motivasi untuk belajar
  4. Kurang matangnya anak untuk belajar
  5. Usia yang terlampau muda
  6. Latar belakang sosial yang tidak mendukung
  7. Kebiasaan belajar yang kurang baik
  8. Kemampuan mengingat yang rendah 
  9. Terganggunya alat-alat indera
  10. Proses belajar mengajar yang tidak sesuai
  11. Tidak ada dukungan dari lingkungan belajar
Sebagai seorang pendidikan kita sebagai guru  harus mengetahui karakteristik siswa melakukan pendekatan yang lebih kepada siswa yang memiliki ciri-ciri sebagai di atas. arahkan kepada siswa yang mengalamikesulitan belajar itu dan beritahu orang tuanya agar diperhatikan anaknya berikan semangat kepada peserta didik dengan memberikan hadiah jika ia belajar dengan giat. jadilah guru dan orang tua yang peka terhadap perkembangan anakjangan sampai anak mengalami kemunduruan semangat dalam belajar.
pendidikan sangatlah penting untuk anak dengan adanya pendidikan anak mengalami perubahan perilaku dari perilaku buruk menjadi baik semogakita dapat menjadi pendidik yang baik dengan pembahasan ini. 

sekan yang  dapat sayashare semoga bermanfaat.

SALAM PENDIDIK :)