Psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor kejiwaan yang berhubungan dengan pendidikan manusia. Psikologi pendidikan adalah sebagai pengetahuan psikologi mengenai anak didik dalam situasi pendidikan.
Nah kan sekarang udah tau pengertian psikologi dalam pendidikan langsung aja yuk kita bahas bagaimana cara mendiagnosis kesulitan belajar pada anak.
Diagnosis Kesulitan Belajar itu adalah Proses
menentukan
masalah atau ketidak
mampuan
peserta
didik
dalam
proses
belajar
dan
dapat
mempengaruhi
hasil
belajar
yang dicapai. Untuk
mengatasi
kesulitan
belajar
harus
cermat,
jenis,
sifat
dan
karakteristik
kesulitan
belajar peserta
didik
sehingga
pendekatan
yang dilakukan
lebih
tepat. DKB
biasanya
terjadi
pada
proses
belajar
yaitu
seperti
ingatan,
perhatian,
fungsi
motorik
dan
persepsi. Kesulitan
belajar
tidak
hanya
selalu
disebabkan
tingkat
intelegensi
dan
angka
kecerdasaran
yang rendah. Kesulitan
belajar
peserta
didik
dapat
berasal
dari
faktor
fisiologis,psikologis,
intrumen
dan
lingkungan.
Menurut
Warkitri,
dkk
(Sugihartono.
2007) menyatakan
bahwa
permasalahan
peserta
didik
sebagai berikut:
- Kekacaun belajar
- Ketidak mampuan belajar
- Learning disfungtions
- Under achivers
- Lambat belajar
Blassic dan Jones mengemukakan karakterisrik anak yang mengalami kesulitan belajar dapat ditunjukkan dalam karakteristik behavioral, fisikal, bicara dan bahasa, serta kemampuan intelektual dan prestasi belajar (Sugihartono, 2010) sedangkan menurut Suryobroto mengemukakan bahwa peserta didik yang mengalami kesulitan belajar dapat diketahui melalui kriteria-kriteria sebagai berikut:
- Grade level, yaitu apabila anak tidak naik kelas sampai dua kali.
- Age Level, yaitu umur anak tidak sesuai dengan kelasnya.
- Intelligensi level, terjadi pada anak yang dibawah standar keterjangkauan.
- General level, secara umum dapat mencapai prestasi belajar namun ada satu atau beberapa mata pelajaran yang di bawah standar.
Sumadi
Suryabrata
mengambarkan
ciri-ciri
anak
yang mengalami
kesulitan
belajar
sebagai
berikut:
Aktivitas
motorik
lambat- Emosional
- Prestasi rendah
- Ganguan presepsi
- Tidak dapat menangkap arti
- Membuat dan menangkap simbol
- Kurang perhatian
- Tidak dapat memperhatikan
- Tidak dapat mengalihkan perhatian
- Gangguan ingatan
- Prestasi belajar rendah.
- Usaha yang dilakukan dalam kegiatan belajar tidak sebanding dengan hasil yang dicapainya.
- Lamban dalam mengerjakan tugas dan terlambat menyelesaikan tugas.
- Sikap acuh dalam mengikuti pelajaran.
- Menunjukkan perilaku menyimpang
- Emosional misalnya mudah tersinggung, mudah marah, pemurung, dan merasa rendah diri.
- Rendahnya kemampuan intelektual anak
- Gangguan perasaan atau emosi
- Kurangnya motivasi untuk belajar
- Kurang matangnya anak untuk belajar
- Usia yang terlampau muda
- Latar belakang sosial yang tidak mendukung
- Kebiasaan belajar yang kurang baik
- Kemampuan mengingat yang rendah
- Terganggunya alat-alat indera
- Proses belajar mengajar yang tidak sesuai
- Tidak ada dukungan dari lingkungan belajar
pendidikan sangatlah penting untuk anak dengan adanya pendidikan anak mengalami perubahan perilaku dari perilaku buruk menjadi baik semogakita dapat menjadi pendidik yang baik dengan pembahasan ini.
sekan yang dapat sayashare semoga bermanfaat.
SALAM PENDIDIK :)